Postingan

MERAIH TOGA #1 - Merayakan Kelulusan di Tengah Keterbatasan

Gambar
Sumber: Dokumen Penulis Lega. Satu kata itu mungkin cukup untuk bisa menggambarkan perasaan teman-teman D-III Teknik Kimia angkatan 2017 Politeknik Negeri Malang yang tanggal 13 Juli kemarin mengikuti Yudisium Sidang Laporan Tugas Akhir tahap 1. Alhamdulillah dari total kurang lebih 47 mahasiswa yang mengikuti sidang, semuanya resmi dinyatakan lulus.           Pada akhirnya kita sampai di titik yang sejak awal dinanti-nantikan selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Penantian yang cukup singkat namun sangat panjang untuk bisa dilupakan. Siapa yang menyangka, prosesi kelulusan harus dilalui dengan metode daring. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya diakhiri dengan prosesi siraman air bunga. Di tahun ini menjadi pembeda dan pertama kali dilakukan, yakni yudisium metode daring. Namun, hampir semua teman-teman mengucap syukur Alhamdulillah, karena masih diberikan kesempatan untuk merasakan euforia kelulusan meski di tengah keterbatasan dan  ...

RESENSI - Refleksi Cinta dan Persahabatan dalam 'Friend Zone Forever'

Gambar
Sampul bagian depan buku Friend Zone Forever. (Sumber: Dokumen Penulis) Judul: Friend Zone Forever Penulis: Vivie Hardika Penerbit: Eazy Book Tahun Terbit: 2013; cetakan 1 Jumlah Halaman: 172 hlm; 13 x 19 cm ISBN: 979-602-7702-21-9         Friend Zone Forever . Membaca judulnya saja pasti pembaca merasa sudah bisa menebak bagaimana akhir dari bagian buku yang termasuk genre novel ini. Ditambah embel-embel kalimat ‘ Jadikan ini selamanya! ’ di bagian sampul depannya. Semakin iman saja pembaca dengan terkaan-terkaan tak berdasar pada bagian akhirnya. Tapi jangan diterka dulu sebelum membaca, nanti menyesal. Kan ada istilah ‘ Don’t judge book from the cover '. Nah buku ini salah satu contohnya yang tidak bisa diterka hanya dengan melihat sampul depannya saja. Kemudian, jika beralih ke sinopsis yang tertera di sampul belakang buku, di sana tertulis sudut pandang cerita yang menggunakan sudut pandang orang pertama, ‘aku'. Tapi lagi-lagi yang membuat nyes adalah kalimat d...

RESENSI - Tidak Sempurna yang (Menjadi) Sempurna

Gambar
Sampul depan buku ‘Catatan Musim'. (Sumber: Dokumen Penulis)  Judul: Catatan Musim Penulis: Tyas Effendi Penerbit: Gagas Media Tahun Terbit: 2012; cetakan 1 Jumlah Halaman: x + 270 hlm; 13 x 19 cm ISBN: 979-780-471-2    Jika membaca sinopsis dari buku ini, pembaca seakan dibuat langsung jatuh cinta dengan setiap diksi yang ditorehkan penulis. Yang paling mengena adalah kalimat pada bagian akhirnya, “ Musim akan tetap bergulir, dan aku terus menunggumu hadir, meski harus menjemput ke belahan bumi yang lain. ” Buku ini bercerita tentang bagaimana seorang gadis dan pemuda yang awalnya sama-sama  menunggu hujan reda di sebuah shelter depan Gereja Katedral Bogor, dengan kesibukan masing-masing tanpa saling bicara. Tya Mahani, tokoh utama yang akrab disapa Tya bisa mengenal seorang pemuda bernama Gema Agasta, -pemuda yang gemar melukis dengan kanvas dan buku sketsa yang selalu ditentengnya ke mana-mana-. Buku yang termasuk dalam genre novel ini dikemas dalam dua sudut pan...

PUISI Pandemi Covid 19 - Surat untuk Amak; dari Tanah Jawa

Gambar
Sumber: Twitter (@dhanypramata)  Teruntuk Amak, nan jauh di Lhokseumawe Surat ini akan sampai dengan kurir yang tengah berjuang pada kondisi ibu pertiwi yang sedang tak baik-baik saja. Aku menulis surat, bukan mengeluh perihal kehabisan uang macam biasanya, atau sekadar mengirimkan beberapa lembar mahar hasil jerih payah saat kuliah. Mak, aku ingin menuturkan kondisi bumi di tengah kerasnya rinai wabah yang gencar membasahi pertiwi Di tengah gencar usulan menutup diri, dengan mejaga jarak sosial dan melakukan ibadah di rumah sendiri Ini dalih, katanya untuk memutus mata rantai virus nan keji. Akan tetapi, Mak Usulan menutup diri tak sama bagi semua orang. Bagaimana dengan nasib anak-anak yang ikut dalam kerasnya dunia di pinggiran jalan? Atau dengan nasib pekerja harian lepas, yang sehari saja penghasilannya bisa terlibas, " Agar anak dan istri bisa makan ," katanya. Para pelajar diimbau belajar dari rumah, namun seonggok tugas kian merajalela Para mah...

KILAS BALIK - Dalam Rangka Hari Aksara 2019

Gambar
Selamat Hari Aksara Internasional!  " Ini bukan tentang seberapa tumpuk buku yang saya punya,  atau seberapa banyak huruf dan kata yang sudah saya baca,  dan ini bukan tentang seberapa sering saya menuangkan tulisan baik di buku maupun sebuah media. " Beberapa judul buku yang penulis baca baru-baru ini,  dan menjadi titik awal mengoleksi buku.  (Sumber: Dokumen Pribadi)  Hari ini,  8 September 2019 bertepatan dengan Hari Aksara Internasional. Namun, ada juga yang menyebutnya Hari Literasi  Internasional. Sebenarnya apa makna  dari aksara dan literasi itu sendiri? Mengapa keduanya saling di padu padankan mengingat secara harfiah saja memiliki makna yang berbeda? Jika menilik sedikit di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  Aksara memiliki arti huruf  (sederhananya) dan secara kompleks diartikan sebagai; sistem tanda grafis yang digunakan manusia untuk berkomunikasi  dan sedikit banyaknya mewakili ujaran. Adapun ...

PUISI - LPM Kompen: Generasimu Sedang Tumbuh

Gambar
Makrab yang mengakrabkan,  diam yang coba ditikam,  (Mereka)  berjuang. (Sumber: Dokumen istimewa)  Kau meniti langkah,  mengumpulkan asa Dari puing-puing kebajikan, Dari sayup-sayup suara perdamaian Kau tumbuh dengan bertopang kepercayaan Melanglang buana di setiap bagian Generasimu sudah lahir, Menyingkap tabir,  siap mengawal takdir Titiannya sedikit terseok-seok, Rintihannya sedikit menohok,  dan Lintas jalannya sedikit berkelok. Ada panji kebenaran yang berusaha ditegakkan, Meneruskan perjuangan kaum pahlawan Kobar semangatnya semakin menekan, Bias sinarnya  sudah nampak dari kejauhan Generasimu sedang tumbuh, Mencoba menilik kepingan asa yang sedikit rapuh, Meraba dangkal pengetahuan, sedikit mengoyak pendar kebisuan Generasimu mengikat persatuan,  di tengah merajalelanya derap kepalsuan Generasimu sedang beriringan, Melangkah perlahan, bergandeng tangan Bukan pada arah berlawanan,  bukan jua saling me...

PUISI - [Ber-empat untuk Bersatu]

Gambar
Tentang perjuangan yang masih separuh perjalanan. Sumber: Dokumen Penulis Gemericik hujan kala itu membawa sepintas keinginan, Di ujung senja, ditemani air hujan membasahi tanah Ada yang terpatri di masing-masing keempatnya, Diam. Namun ada lebih banyak candaan. Kala itu, air tak henti-hentinya mengguyur Bumi Ditemani bias sinar mentari pada ujung genang air membasahi kaki Beberapa saat yang lalu, Kami sibuk dengan beberapa pikiran menggebu Akan kami bawa kemana? Derap langkah ini untuk periode kedepannya? Ternyata, masing-masing dari kami memiliki pandangan yang sama Yakni membawa ke arah perubahan yang lebih baik adanya. Mungkin beberapa tak siap, Bahkan ada yang tertidur kemudian kembali terkesiap Mungkin beberapa ada yang sedikit lambat, Namun satupun tak ada niatan untuk sekadar mengumpat. Lalu sepintas pikiran itu kembali, Aku yakin dari keempatnya sedang sama-sama gusar Tak  ada yang tahu akan ada langkah besar nan lebar Untuk me...